'Teori'
dan 'prinsip' saja buat saya belum cukup. Tiap-tiap orang bisa menutup
dirinya didalam kamar, dan menggerutu 'ini tidak menurut teori', 'itu
tidak menurut prinsip'. Saya tidak banyak menghargakan orang yang
demikian itu. (Ir. Soekarno, Dibawah Bendera Revolusi, 1964, cet 3: hlm 299)
Inilah
kutipan dari perkataan Ir.Soekarno dalam buku DBR-nya. Benar memang
perkataan seperti ini, teori tanpa pergerakan sama halnya nasi tanpa
lauk. Hambar. Tidak akan membuahkan hasil, tidak akan memberi perubahan.
oleh sebab itu wajiblah bagi kita generasi muda membuat suatu
perubahan, melakukan suatu gerakan tetapi memang harus didasari dengan
teori yang relevan untuk perubahan itu sendiri. Sungguh sangat
disayangkan bagi kita kaum muda hanya menggeluti teori dan
prinsip-prinsip saja. Saya memakai teori ini, saya mempunyai prinsip
itu, tetapi tidak melakukan suatu hal apapun.yang dilakukan secara real,
secara nyata. Maka dari itu terinspirasi dari perkataan Ir.Soekarno
yang memang sangat mengetuk hati saya untuk tidak selalu disibukkan
dengan teori, tetapi juga pergerakan.
Ini
yang menjadi pokok persoalan dalam postingan saya sekarang. Bergeraklah!
Lakukanlah sesuatu! jangan selalu berfikir ah saya tidak bisa melakukan
hal yang besar, justru dari hal terkecillah akan tercipta suatu hal
yang besar. Akan lebih menyedihkan lagi orang-orang yang tidak mau
menyibukkan diri untuk belajar, untuk membangun teori, dan mengolah
prinsip-prinsipnya tetapi hanya sekedar berdiam diri di kamar, main,
menonton tv, dan menyibukkan dengan sekumpulan teknologi masa kini, dari
gadget dan sebagainya. Saya merasa miris melihat orang seperti itu yang
ter-ninabobo-kan oleh sesuatu yang sangat abstrak dan tidak
mendatangkan manfaat sedikitpun. Terkecuali bagi orang yang memang
memanfaatkan teknologi itu untuk membantu sarana belajar.
Salam
Al-Faqir ibn al-faqir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar