Ada beberapa permasalahan dari kajian kita sekarang ini. Ya, para
pencari ilmu, kita sudah mengetahuinya, ada yang memang fokus mengkaji
ilmu agama seperti sering kita sebut santri. Dan ada pula yang fokus di
bidang pengetahuan umumnya dan seringkali mengungkapkan sebuah istilah
bahwa santri itu kolot. Disekolah disebut siswa atau pelajar, dan di
perguruan tinggi disebut Mahasiswa.
Sebenarnya siapa yang salah? Santri yang emoh mengenyam
pendidikan akademis ataukah para Mahasiswa yang gila ilmu umum dan
melupakan ilmu agama? Ya, saya adalah salah satu mahasiswa di
Universitas Islam Negeri. Mayoritas para mahasiswa disini biasanya
jebolan pondok pesantren, ya termasuk saya. Saya adalah santri yang sudi
melanjutkan pendidikan saya pada salah satu perguruan tinggi. Walaupun
tidak menutup kemungkinan adanya mahasiswa dari latar belakang
sekolah-sekolah umum.
Kali ini saya tidak akan mengkritik dengan hanya mengandalkan logika
saja, tapi saya akan mencoba memakai ayat Al-Qur'an yang berbunyi,
“Yarfa’illahulladzina amanu minkum walladzinaa uutul ‘ilma darajat”
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah:11)
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah:11)
Disini jelas sekali bahwa orang yang mencari ilmu itu derajatnya sangat
mulia. Ya, jelas sekali ilmu itu tidak bisa kita persempit menjadi ilmu
umum atau ilmu agama saja. Semua keduanya sama-sama ilmu. Dan titik
tekan dari orang yang berilmu bukan saja hanya sekedar hebat dalam
masalah ilmu agama saja. Titik tekan yan ingin saya kupas adalah orang
berilmu sejatinya haruslah orang yang mendatangkan manfaat kepada
sesamanya. (Khairunnas anfauhum linnas). Maka tidak ada perbedaan
mencolok dari Mahasiswa dan Santri.
Justru sebaliknya menjadi Mahasiswa yang berjiwa santri. Lalu seperti
apa mahasiswa yang berjiwa santri itu? ya orang yang memberi manfaat
kepada sesamanya dan mengamalkan ilmu yang sudah diperolehnya. Berilmu
bukan sekedar berilmu tetapi dibarengi dengan pengamalannya.
Salam
Al-Faqir ibn al-faqir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar