Pages

Rabu, 06 Agustus 2014

Pemuda Penerus Bangsa, Teruslah Berkarya!

Betapa sangat sedikit pemuda penerus Bangsa ini yang serius untuk belajar. Apakah ada yang salah dengan pendidikan kita di Indonesia ini? dari beberapa survei yang saya lakukan sendiri. Kebanyakan, ya mayoritas para pemuda Bangsa hanya mementingkan pekerjaan yang berujung materi saja. Sungguh sangat mencengangkan batin saya melihat pemandangan seperti ini. Pekerjaan yang layak gaji yang besar, mempunyai paradigma buat apa sekolah tinggi-tinggi toh lulus SMA juga sudah dapat pekerjaan. Ada lagi yang mengatakan ah saya kuliah hanya ingin mendapatkan gelar agar mudah melamar kerja. Seperti inilah pemandangan realita sekarang di Negeri kita.

Selasa, 05 Agustus 2014

Mahasiswa yang Berjiwa Santri

Ada beberapa permasalahan dari kajian kita sekarang ini. Ya, para pencari ilmu, kita sudah mengetahuinya, ada yang memang fokus mengkaji ilmu agama seperti sering kita sebut santri. Dan ada pula yang fokus di bidang pengetahuan umumnya dan seringkali mengungkapkan sebuah istilah bahwa santri itu kolot. Disekolah disebut siswa atau pelajar, dan di perguruan tinggi disebut Mahasiswa.
Sebenarnya siapa yang salah? Santri yang emoh mengenyam pendidikan akademis ataukah para Mahasiswa yang gila ilmu umum dan melupakan ilmu agama? Ya, saya adalah salah satu mahasiswa di Universitas Islam Negeri. Mayoritas para mahasiswa disini biasanya jebolan pondok pesantren, ya termasuk saya. Saya adalah santri yang sudi melanjutkan pendidikan saya pada salah satu perguruan tinggi. Walaupun tidak menutup kemungkinan adanya mahasiswa dari latar belakang sekolah-sekolah umum.

Teori Tanpa Pergerakan, Enyahlah!

'Teori' dan 'prinsip' saja buat saya belum cukup. Tiap-tiap orang bisa menutup dirinya didalam kamar, dan menggerutu 'ini tidak menurut teori', 'itu tidak menurut prinsip'. Saya tidak banyak menghargakan orang yang demikian itu.  (Ir. Soekarno, Dibawah Bendera Revolusi, 1964, cet 3: hlm 299)
Inilah kutipan dari perkataan Ir.Soekarno dalam buku DBR-nya. Benar memang perkataan seperti ini, teori tanpa pergerakan sama halnya nasi tanpa lauk. Hambar. Tidak akan membuahkan hasil, tidak akan memberi perubahan. oleh sebab itu wajiblah bagi kita generasi muda membuat suatu perubahan, melakukan suatu gerakan tetapi memang harus didasari dengan teori yang relevan untuk perubahan itu sendiri.

Muslim Sontoloyo

Islam Sontoloyo, ya, sangat menarik untuk kita bicarakan. Ketika saya sedang asyik membaca buku Dibawah Bendera Revolusi (DBR) karya Ir. Soekarno yang berisi kumpulan tulisan-tulisan beliau tentang pergerakan kebangsaan, saya menemukan satu tulisan Soekarno dalam buku tersebut yang berjudul Islam Sontoloyo. lebih jelasnya adalah satu tulisan beliau Ir. Soekarno dalam salah satu surat kabar insyaallah jika tidak salah adalah surat kabar Pandji Islam tahun 1940 yang mengkritik habis umat islam! sekali lagi umat islam bukan islam itu sendiri. Maka dari itu saya membuat judul yang terinspirasi oleh tulisan beliau dan menggantinya menjadi "Muslim Sontoloyo". Agar tidak terjadi kesalah pahaman, bahwa saya pun setuju dengan ungkapan bahwa umat islam masih banyak yang sontoloyo.
 

Blogger news

Blogroll

About